Rabu, 04 Februari 2015

Hukum bacaan mim sukun (مْ)

  • ·       Idgham Mutamatsilain (إدغام متماثلين)
yaitu apabila ada mim sukun (مْ)  bertemu dengan huruf mim(م) . Cara membacanya memasukkan bunyi mim sukun(مْ)  pada huruf dihadapannya disertai dengan dengung.  Contoh:
بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ اَمْرٍ – وَاللهُ مِنْ وَّرَآءِهِمْ مُحِيْطٌ
  • ·       Ikhfa’ Syafawi
yaitu apabila ada mim sukun(مْ)  bertemu dengan huruf ba(ب) . Cara membacanya mengIkhfa’kannya disertai dengung. Contoh:
لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَا – رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ
  • ·       Idhar Syafawi (إظهرشفوى)
yaitu apabila ada mim sukun(مْ)  bertemu dengan huruf selain mim(م)  dan ba(ب)  . Cara membacanya menegaskan suara mim sukun dan tidak didengungkan. Contoh:
اَمْهِلْ هُمْ رُوَيْدًا – إِذْهُمْ عَلَيْهَا – ثُمَّ لَمْ يَتُبُوْا

Tidak ada komentar:

Posting Komentar