Kamis, 06 Maret 2014

Cerpen


Kenapa Harus Aku?
Tak selamanya semua kan dimulai dengan mudah berjalan dengan mudah dan berakhir dengan indah. Pasti akan ada halang rintang yang kan menghadang. Tak hanya satu dua tapi beribu halang rintang. Namun, cobaan yang terus menghadang itulah yang membuat hidup berwarna. Hidup selalu dihiasi dengan tawa dan tangis.perasaan pun tak selamanya kan bahagia, kadang merasa sedih, susah, sakit, kecewa, bahagia.
                Pagi ini aku merasa hari-hariku tak akan menyenangkan. Saat liburan harusnya menjadi hari untuk merefress pikiran, hati, dan perasaan. Apalagi liburan akhir semester ganjil merupakan liburan menjelang tahun baru, waktu dimana untuk membuka lembar baru dan menjadikan segala hal yang baru menjadi sebuah pengalaman yang berharga.
Tapi kenapa aku selalu begini? Terjebak dalam suasana hati yang menekan. Lingkungan yang menjatuhkan, tak ada semangat dari luar, yang ada malah menghancurkan motivasi diri. Kenapa harus aku? Kadang aku merasa iri akan mereka yang bahagia batinnya. Aku ingin seperti mereka. Tuhan apakah aku bisa seperti mereka? Apa aku bisa bahagia?

Jumat, 03 Januari 2014

Bukan Sweet’17


Happy Birtday to you
Semoga tambah yang baik-baik
Barakallah
Message from : mbak nikma
                Ku awali pagiku dengan membaca sms Mbak Nikma. Sebenarnya aku tidak berharap ada yang ingat tentang hari ini. Entah mengapa aku merasa hari ini akan menyakitkan bagiku. Aku bergegas untuk untuk mempersiapkan diri ke sekolah. Dan mencoba melupakan semua itu. Satu hal yang sangat ingin aku dengar pada hari itu adalah ucapan dari seseorang yang spesial dihatiku.
“Ciee,, yang lagi ulang tahun HBD ya..:D”  kata si Adif,
Yeah. Aku dapat lagi ucapan itu, “Oke, Dif. Thanks yeaah..” jawabku seenaknya.
Detik demi detik berlalu aku melewati dengan banyak ucapan. Tapi aku tak mengerti, mengapa tak ada rasa bahagia sedikit pun. Pikiranku melayang melintasi ruang saat ini.