Kenapa Harus Aku?
Tak selamanya semua kan dimulai
dengan mudah berjalan dengan mudah dan berakhir dengan indah. Pasti akan ada
halang rintang yang kan menghadang. Tak hanya satu dua tapi beribu halang
rintang. Namun, cobaan yang terus menghadang itulah yang membuat hidup
berwarna. Hidup selalu dihiasi dengan tawa dan tangis.perasaan pun tak
selamanya kan bahagia, kadang merasa sedih, susah, sakit, kecewa, bahagia.
Pagi
ini aku merasa hari-hariku tak akan menyenangkan. Saat liburan harusnya menjadi
hari untuk merefress pikiran, hati, dan perasaan. Apalagi liburan akhir
semester ganjil merupakan liburan menjelang tahun baru, waktu dimana untuk
membuka lembar baru dan menjadikan segala hal yang baru menjadi sebuah
pengalaman yang berharga.
Tapi kenapa aku selalu begini?
Terjebak dalam suasana hati yang menekan. Lingkungan yang menjatuhkan, tak ada
semangat dari luar, yang ada malah menghancurkan motivasi diri. Kenapa harus
aku? Kadang aku merasa iri akan mereka yang bahagia batinnya. Aku ingin seperti
mereka. Tuhan apakah aku bisa seperti mereka? Apa aku bisa bahagia?
“Kamu itu ga
berguna bisanya nyusahin disuruh pergi gamau. Jane karepmu lo piye?” kalimat
kasar terucap dari mulut seorang lelaki paruh baya.
Perempuan yang mendapat kata itu
hanya mendelikkan matanya dan pergi begitu saja dan mengumpat sejadi-jadinya.
Suasana pun memanas mereka berpisah, bukan berpisah rumah. Mereka tetap satu
rumah tapi tak saling bertegur sapa.
Mereka adalah orangtuaku. Hatiku
semakin teriris menyaksikan segala hal itu. Kenapa mereka harus bersatu kalau
akhirnya saling membenci? Kenapa harus aku merasakan sakit. Bahkan adikku yang
masih terlalu kecil juga merasakan imbasnya. Kadang aku menyesal dilahirkan ke
dunia ini.
****
Matahari
nampaknya enggan untuk memancarkan sinar terangnya di siang ini, seakan ia
sependapat denganku.
Siang
sayangku,
Kamu
lagi ngapain?
Message
from : ms_d
Itu sms dari pacarku namanya Deny. Dia adalah satu-satunya orang yang
mau mengertiku saat ini. Entah akan seberapa lama, yang aku tau dia berhasil
meyakinkanku akan kesungguhannya terhadapku. Dia adalah orang yang bisa
membuatku melupakan kesedihanku sejenak meskipun dia pula yang membuatku
kecewa. Tapi, entah mengapa aku begitu menyayanginya. Meskipun dia tak selalu
bisa memberi jalan keluar untuk tiap masalahku, aku pun juga tau hidupnya tak
hanya bersamaku.
Aku balas smsnya
dan kami mulai saling bicara meski hanya lewat sms. Aku ceritakan segala keluh
kesahku padanya. Tapi, hari ini dia berbeda dia agak cuek. Aku tau mungkin dia
sedang ada urusan atau apalah yang membuatnya begitu. Meskipun aku
membutuhkannya, aku mencoba mengertinya. Setelah lama akhirnya tak ada balasan.
Aku mulai termenung, melihat sekeliling.
Ibuku. Aku tak
mengerti apa yang terjadi, apa yang sedang dirasakannya. Aku pun juga tak
mengerti kenapa terselip kesal setiap kali aku melihatnya. Mungkin karena
sikapnya, atu mungkin karena segala ucapan ayah yang selalu menjelek-jelekan
ibuku saat aku masih kecil. Tapi memang
ada yang saalah dengan ibuku. Aku tak memahami apa yang harus aku lakukan. Aku
tak sanggup bicara dengan orangtuaku,
Ayahku. Nampak
jelas raut lelah dan kecewa diwajahnya. Banting tulang siang malam menerjang
panasnya terik matahari dinginnya hujan dan terabaikan. Beliau memang orng yang
sangat sabar tapi sekali bicara bisa masuk sampai bagian hati terdalam dan
membuat bekas bagiku. Mungkin bagi mereka aku adalah anak yang tak tau balas
budi. Tapi, dengan kesungguhan hati aku berusaha untuk membahagiakan beliau.
Meskipun aku selalu salah. Aku selalu berusaha untuk mengerti keadaan beliau.
Meski aku merasa tak pernah dimengerti
Aku bingung dengan
semua ini. Bingung jika harus memilih, ketika harus membagi, ketika harus
selalu memahami. Kenapa harus aku yang merasakan semua ini? Meski kadang sesal
singgah dihati, aku tetap berusaha pasrahkan semu pada Ilahi. Biar tuhan yang
kan menjawab segala keluh kesah yang ku alami. Jika memang ini jalanku
ikhlaskan aku untuk mejalaninya. Berikan aku petunjuk untuk menghadapinya.
Berikan akukemudahan untu menyelesaikannya.
Aku sadar banyak
orang yang merasakan hal yanglebih sakit dari ini, tpi apalah aku? Aku hanya
manusia biasa yang terkadang lelah jalani hidup ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar