Kamis, 06 Maret 2014

Cerpen


Kenapa Harus Aku?
Tak selamanya semua kan dimulai dengan mudah berjalan dengan mudah dan berakhir dengan indah. Pasti akan ada halang rintang yang kan menghadang. Tak hanya satu dua tapi beribu halang rintang. Namun, cobaan yang terus menghadang itulah yang membuat hidup berwarna. Hidup selalu dihiasi dengan tawa dan tangis.perasaan pun tak selamanya kan bahagia, kadang merasa sedih, susah, sakit, kecewa, bahagia.
                Pagi ini aku merasa hari-hariku tak akan menyenangkan. Saat liburan harusnya menjadi hari untuk merefress pikiran, hati, dan perasaan. Apalagi liburan akhir semester ganjil merupakan liburan menjelang tahun baru, waktu dimana untuk membuka lembar baru dan menjadikan segala hal yang baru menjadi sebuah pengalaman yang berharga.
Tapi kenapa aku selalu begini? Terjebak dalam suasana hati yang menekan. Lingkungan yang menjatuhkan, tak ada semangat dari luar, yang ada malah menghancurkan motivasi diri. Kenapa harus aku? Kadang aku merasa iri akan mereka yang bahagia batinnya. Aku ingin seperti mereka. Tuhan apakah aku bisa seperti mereka? Apa aku bisa bahagia?
“Kamu itu ga berguna bisanya nyusahin disuruh pergi gamau. Jane karepmu lo piye?” kalimat kasar terucap dari mulut seorang lelaki paruh baya.
Perempuan yang mendapat kata itu hanya mendelikkan matanya dan pergi begitu saja dan mengumpat sejadi-jadinya. Suasana pun memanas mereka berpisah, bukan berpisah rumah. Mereka tetap satu rumah tapi tak saling bertegur sapa.
Mereka adalah orangtuaku. Hatiku semakin teriris menyaksikan segala hal itu. Kenapa mereka harus bersatu kalau akhirnya saling membenci? Kenapa harus aku merasakan sakit. Bahkan adikku yang masih terlalu kecil juga merasakan imbasnya. Kadang aku menyesal dilahirkan ke dunia ini.
****
                Matahari nampaknya enggan untuk memancarkan sinar terangnya di siang ini, seakan ia sependapat denganku.
Siang sayangku,
      Kamu lagi ngapain?
      Message from : ms_d
Itu sms dari pacarku namanya Deny. Dia adalah satu-satunya orang yang mau mengertiku saat ini. Entah akan seberapa lama, yang aku tau dia berhasil meyakinkanku akan kesungguhannya terhadapku. Dia adalah orang yang bisa membuatku melupakan kesedihanku sejenak meskipun dia pula yang membuatku kecewa. Tapi, entah mengapa aku begitu menyayanginya. Meskipun dia tak selalu bisa memberi jalan keluar untuk tiap masalahku, aku pun juga tau hidupnya tak hanya bersamaku.
                Aku balas smsnya dan kami mulai saling bicara meski hanya lewat sms. Aku ceritakan segala keluh kesahku padanya. Tapi, hari ini dia berbeda dia agak cuek. Aku tau mungkin dia sedang ada urusan atau apalah yang membuatnya begitu. Meskipun aku membutuhkannya, aku mencoba mengertinya. Setelah lama akhirnya tak ada balasan. Aku mulai termenung, melihat sekeliling.
                Ibuku. Aku tak mengerti apa yang terjadi, apa yang sedang dirasakannya. Aku pun juga tak mengerti kenapa terselip kesal setiap kali aku melihatnya. Mungkin karena sikapnya, atu mungkin karena segala ucapan ayah yang selalu menjelek-jelekan ibuku  saat aku masih kecil. Tapi memang ada yang saalah dengan ibuku. Aku tak memahami apa yang harus aku lakukan. Aku tak sanggup bicara dengan orangtuaku,
                Ayahku. Nampak jelas raut lelah dan kecewa diwajahnya. Banting tulang siang malam menerjang panasnya terik matahari dinginnya hujan dan terabaikan. Beliau memang orng yang sangat sabar tapi sekali bicara bisa masuk sampai bagian hati terdalam dan membuat bekas bagiku. Mungkin bagi mereka aku adalah anak yang tak tau balas budi. Tapi, dengan kesungguhan hati aku berusaha untuk membahagiakan beliau. Meskipun aku selalu salah. Aku selalu berusaha untuk mengerti keadaan beliau. Meski aku merasa tak pernah dimengerti
                Aku bingung dengan semua ini. Bingung jika harus memilih, ketika harus membagi, ketika harus selalu memahami. Kenapa harus aku yang merasakan semua ini? Meski kadang sesal singgah dihati, aku tetap berusaha pasrahkan semu pada Ilahi. Biar tuhan yang kan menjawab segala keluh kesah yang ku alami. Jika memang ini jalanku ikhlaskan aku untuk mejalaninya. Berikan aku petunjuk untuk menghadapinya. Berikan akukemudahan untu menyelesaikannya.
                Aku sadar banyak orang yang merasakan hal yanglebih sakit dari ini, tpi apalah aku? Aku hanya manusia biasa yang terkadang lelah jalani hidup ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar