Happy Birtday to you
Semoga tambah yang
baik-baik
Barakallah
Message from : mbak
nikma
Ku
awali pagiku dengan membaca sms Mbak Nikma. Sebenarnya aku tidak berharap ada
yang ingat tentang hari ini. Entah mengapa aku merasa hari ini akan menyakitkan
bagiku. Aku bergegas untuk untuk mempersiapkan diri ke sekolah. Dan mencoba
melupakan semua itu. Satu hal yang sangat ingin aku dengar pada hari itu adalah
ucapan dari seseorang yang spesial dihatiku.
“Ciee,, yang lagi ulang tahun HBD ya..:D” kata si Adif,
Yeah. Aku dapat lagi ucapan itu, “Oke, Dif. Thanks yeaah..”
jawabku seenaknya.
Detik demi detik berlalu aku melewati dengan banyak ucapan.
Tapi aku tak mengerti, mengapa tak ada rasa bahagia sedikit pun. Pikiranku
melayang melintasi ruang saat ini.
“Kemana dia? Apa dia
akan memberi hal yang sama seperti yang lain? Apa dia mengingat hari ini?”
batinku berbicara.
Detik demi detik ku lewati. Jam demi jam pun berlalu. Bel
pulang berbunyi.
Aku segera pulang. Dan sekali lagi aku berharap tentang dia.
Perjalananku seakan begitu cepat hanya karna dia. Sesampainya di rumah kutuju hpku,
lalu apa yang terjadi? Aku kecewa.
“Huhh.. Kenapa harus sesakit ini?”
Aku berusaha untuk melupakan semua ini. Bagiku hari ini
semua menyakitkan. Rasa itu hadir lagi. Sendiri. Orang tua tak menganggap,
teman biasa ajah, kakak??? Ga punya, pacar? Entah dimana dia mungkin memang
nasib baik tak berpihak kepadaku. Ku berusaha tegarkan hati ini yang terlalu
jatuh.
Terang berganti gelap. Entah mengapa aku slalu teringat
tentangnya. Dalam hati kecilku yang terdalam aku masih berharap dia akan
mengatakan satu kalimat yang sangat berarti dan akan menjadi sesuatu yang
terindah yang pernah aku rasakan. Aku tetap menunggu dan menunggu.
Malam pun kian larut. Kegundahan itu pun datang lagi.
Mungkin dia memang tidak pernah mengingat tentangku. Semua yang terucap hanya
maya tak terlihat begitu terdengar dan
tersimpan di relung hati. Tapi semua yang terucap begitu menyakitkan sekarang.
Kenapa harus aku yang merasakan? Dan kenapa aku juga mau merasakan? Entahlah
yang aku tau saat ini aku terlalu berkarap. Sepele memang, tapi begitu berarti.
Pikiranku mulai tak tentu. Harapan mulai menguasai akal
sehat dan perasaan mulai bicara. Aku tak pernah mengerti tetes hangat mulai
terjatuh. Perlahan tapi pasti tetesan itu menjadi aliran. Hati mulai berbicara.
“aku yakin dia pasti ingat tentang hari ini. Dia akan
membuatku bangkit. Dia yang akan menjadikan hari yang termanis untukku. Meski
itu detik terakhir”
Aku menunggu dan terus menanti hingga detik terahir. Dan
ternyata, aku kecewa. Entah kenapa hati ini begitu sakit, sakit hati in
terespon oleh mata dan airmata pun tak kuasa tuk ditahan.
Semua orang boleh menganggap kalau umur tujuh belas
merupakan umur yang spesial, boleh menyebut ulang tahun ke-17 adalah sweet’17
tapi tidak untukku. Ini bukan sweet’17. Karena tak ada ucapan selamat tak ada
nasehat tak ada doa yang terucap untukku. Hanya Tuhan yang tau semua rasa yang
aku rasakan, semua tangis yang tertumpahkan semua doa yang ku panjatkan
»END»
Tidak ada komentar:
Posting Komentar